Showing posts with label Opini. Show all posts
Showing posts with label Opini. Show all posts

Tuesday, December 17, 2013

Aplikasi Pembaca eBook untuk Platform Java

Hi readers!
How was your life?
I'm so excited to tell you something through this post. Well, may be it is not really fresh news to share, but I think I should share it to you, just in case you haven't got the similar information. Pada intinya, beberapa hari yang lalu aku keranjingan banget untuk nyari-nyari ebook yang free download. Tapi sayangnya, aku agak malas rasanya membaca ebook lewat laptop atau PC. Pertama karena nggak nyaman dan kedua karena ribet. That's why dulu-dulu aku lebih suka baca cerita langsung lewat buku, karena lebih fleksibel dan portabel. Beberapa hari yang lalu aku gandrung alias suka lagi membaca ebook karena sempat menemukan beberapa novel fiksi (terutama sekuel) berbahasa Inggris yang belum terbit di Indonesia.

Masalahnya, sewaktu pertama download aku nggak nyadar kalau yang aku download adalah file dengan fornal EPUB. File ini jelas-jelas tidak bisa dibaca, bahkan di PC/laptop, tanpa bantuan aplikasi khusus. Akhirnya, aku memilih merepotkan diri untuk meng-convert file EPUB tersebut ke PDF. You know lah, hasilnya agak berantakan, terutama spasi dan hurufnya. Jadi makin nggak nyaman deh membacanya. Apalagi aku bener-bener pengen membaca novel itu-The Cuckoo's Calling-dengan nyaman.

Akhirnya, dengan bermodal niat yang sangat besar, aku coba-coba browsing di Google aplikasi untuk membaca ebook dengan format epub, ternyata ada banyak. Tapi aku pengennya yang bisa diinstal dan applicable untuk handphone. For your information, handphoneku bukan smart phone ya, agak jadul dan berplatform Java, bukan Android, iOS, atau Symbian. Semakin curious lagi untuk mencari aplikasi yang tepat, aku coba tanya sepupuku. Dia menyarankan untuk browse di Google dengan kata kunci, "free ebook reader for Java mobile". Setelah lama mencari, voila!!! Aku nemu aplikasi yang bernama Albite Reader 2.2 karya Svetlin Ankov.

Thursday, December 12, 2013

Favorite Character: Prince Lucian Kiggs (Seraphina by Rachel Hartman)

Hi readers!
Nice to see you there!
Di post kali ini aku akan membahas sedikit tentang karakter favorit. Tentu saja semua orang pasti punya tokoh/karakter favorit selepas membaca novel, membaca komik, menonton film, atau apapun. Aku juga punya. Dan salah satu dari the best and most favorite characters yang aku suka adalah Pangeran Lucian Kiggs. O ya, sekedar mengingatkan, Pangeran Lucian Kiggs adalah salah satu tokoh central dalam novel Seraphina karangan Rachel Hartman. Kalau penasaran dengan resensi atau sinopsisnya, bisa klik disini!

Well, Pangeran Lucian Kiggs dalam novel tersebut digambarkan sebagai sesosok pangeran yang tegas, pemberani, teliti, strategis, namun terkadang juga sedikit ceroboh. Dalam novel Seraphina, Lucian Kiggs berperan sebagai salah satu putra mahkota yang juga menjadi pemimpin dari Garda Ratu atau pasukan perdamaian kerajaan di negeri Goredd. Pangeran Lucian Kiggs terlibat dalam sebuah penyelidikan yang pelik mengenai kematian pamannya, Pangeran Rufus. Penyelidikan tersebut tidak hanya melibatkan kaum manusia tetapi juga kaum Naga.

Pangeran Lucian Kiggs seolah tidak memiliki rasa takut terhadap kaum Naga yang mungkin bisa saja membunuhnya selama melakukan penyelidikan. Selama penyelidikan dan mencari sosok pembunuh pamannya, Lucian Kiggs ditemani oleh Seraphina Dombegh, tokoh utama dalam cerita, yang seorang asisten master musik istana. Seraphina tidak serta merta terlibat karena dia memang ingin terlibat tetapi karena dia memiliki kunci dan beberapa bukti untuk mencari si pembunuh.

Sunday, December 8, 2013

IMO: Manfaat Menulis Resensi Buku

Hi readers!
Di post kali ini aku akan membahas sedikit mengenai manfaat menulis resensi buku. Pasti sudah pada tahu dong apa itu resensi buku atau book review. Kalau lupa coba deh buka lagi buku paket Bahasa Indonesia sewaktu SMA, pasti ada deh. Well, menurut banyak sumber, menulis resensi buku itu ternyata ada banyak manfaatnya lho. Nih, aku share beberapa manfaat menulis resensi buku menurut opiniku (IMO).


1. Melatih Ingatan
Menulis resensi buku ternyata bisa melatih ingatan lho readers. Selama proses menulis resensi otak kamu akan menggali memori yang tersimpan akan suatu buku termasuk cerita di dalamnya, tokoh-tokohnya, plotnya, konfliknya, endingnya, bahkan kutipannya. Selain itu, menulis resensi juga membantu kamu mengingat lagi buku-buku apa saja yang sudah kamu baca. Gini maksudnya, kalau kamu menulis resensi dan mengarsipnya dalam buku, blog, forum, maupun mengirimnya ke media, kamu akan mudah mengingat buku-buku apa saja yang pernah kamu baca, bagaimana jalan ceritanya, siapa pengarangnya, dan masih banyak lagi.

2. Melatih Kemampuan Menulis
Banyak orang yang tidak menyadari jika menulis resensi buku bisa melatih kemampuan menulis. Bahkan ada banyak orang yang mengawali karirnya sebagai penulis buku karena pada awalnya dia sering menulis resensi dari buku-buku yang pernah dibacanya. Jadi, kalau kamu berminat atau bercita-cita untuk menjadi penulis buku sendiri, kamu bisa mulai dari membaca buku-buku dan menulis resensinya. Karena dengan begitu kamu tahu, jenis buku apa yang banyak diminati pembaca, kelebihan apa yang dimiliki buku tersebut sehingga laris di pasaran, alur cerita yang bagaimana yang menarik, tokoh seperti apa yang unik, dan masih banyak lagi.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Flag Counter

The Goodreads Activities